Liburan ke Gorontalo, Jangan Lupa Mampir ke Hutan Nantu! 2 Hewan Ini Paling Mencuri Perhatian

Suaka Margasatwa Nantu, Gorontalo kerap dikunjungi wisatawan dan peneliti. Dua hewan ini paling banyak dicari wisatawan saat memasuki hutan ini.

Liburan ke Gorontalo, Jangan Lupa Mampir ke Hutan Nantu! 2 Hewan Ini Paling Mencuri Perhatian
KOMPAS.COM/ROSYID AZHAR
Babi rusa sedang menikmati garam mineral di kolam Adudu, satwa endemik Sulawesi ini menjadi ikon Hutan Nantu di Gorontalo. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Suaka Margasatwa Nantu, Gorontalo kerap dikunjungi wisatawan dan peneliti.

Daya tarik kawasan konservasi ini adalah masih terjaganya kualitas hutan hujan tropis yang menjadi rumah bagi berbagai satwa, khususnya yang endemik Sulawesi.

Babi rusa dan anoa adalah satwa yang paling banyak dicari wisatawan saat memasuki hutan ini.

“Tadi dua rombongan wisatawan berangkat ke Nantu, demikian juga tim peneliti dari Institut Pertanian Bogor,” kata Fachriany Hasan, staf Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi II Gorontalo.

Untuk memasuki hutan hujan tropis terbaik di Asia Tenggara ini, pengunjung wisata cukup membayar karcis sebesar Rp 20 ribu untuk wisatawan nusantara dan Rp 250 ribu untuk turis mancanegara per hari.

Khusus untuk keperluan dokumentasi, pengunjung harus mengurus surat izin masuk kawasan konservasi (Simaksi) yang bisa dilayani di kantor BKSDA di Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Tidak sulit menemukan satwa eksotik ikon Hutan Nantu, pengunjung tidak perlu menjelajah seluruh kawasan yang mencapai ribuan hektare.

Di dekat area masuk hutan ini terdapat kolam lumpur yang mengandung banyak garam mineral, masyarakat biasa menyebutnya "Adudu."

Di sinilah setiap saat semua satwa menjilati lumpur untuk memenuhi kebutuhan mineralnya.

“Jika beruntung dalam satu waktu terdapat berbagai macam satwa, anoa, babi rusa, monyet, burung, atau lainnya."

"Satu frame foto bisa berisi semua satwa itu. Ini menarik,” kata fachriany Hasan.

Berita ini sudah dimuat di Kompas.com dengan judul Daya Tarik Hutan Nantu yang Kerap Dikunjungi Wisatawan

Ikuti kami di
Editor: Sri Juliati
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help