Sering Dimakan Beramai-ramai, Apa Perbedaan Nasi Liwet Khas Jawa dan Sunda?

Saat ini hidangan nasi liwet kembali digemari masyarakat Indonesia, tak terkecuali kaum urban Ibu Kota.

Sering Dimakan Beramai-ramai, Apa Perbedaan Nasi Liwet Khas Jawa dan Sunda?
TRIBUN JATENG/FAISAL AFFIAN
Nasi Liwet Lengkap Aneka Lauk di Social Canteen Jalan Setiabudi no 75, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Saat ini hidangan nasi liwet kembali digemari masyarakat Indonesia, tak terkecuali kaum urban Ibu Kota.

Mereka menyantapnya beramai-ramai, ada juga yang menyebutnya bancakan.

Ternyata olahan nasi dengan teknik liwet sangat beragam, dua yang cukup terkenal ialah nasi liwet solo dan nasi liwet bandung atau nasi liwet khas Sunda.

Tentu keduanya memiliki cita rasa khas yang berbeda.

Dari keduanya tersebut, terdapat beberapa perbedaan yang unik, mulai sejarah, memasak, hingga penyajiannya.

Sejarah kedua nasi liwet

Nasi Liwet Solo ternyata berasal dari suatu daerah bernama Desa Menuran, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Di desa tersebut nasi liwet dibuat oleh warganya dengan tujuan konsumsi pribadi dan dijual kepada masyarakat Solo.

"Nasi liwet itu mulai dijual keluar, ke Solo waktu itu sekitar tahun 1934 setiap hari. Sampai Mangkunegaran tertarik dan jadi santapan mereka juga,” ujar Murdijati Gardjito, ahli gastronomi yang juga peneliti di Pusat Studi Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Sedangkan nasi liwet khas Sunda berasal dari masyarakat perkebunan yang membekali dirinya dengan nasi untuk makan dari pagi hingga siang di ladang.

Halaman
123
Ikuti kami di
Tags
Jawa
Sunda
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help