Berdiri Sejak 20 Tahun Lalu, Soto Semarang di Pecinan Ini Tak Pernah Sepi Pelanggan

Mencicipi Soto Semarang menjadi hal yang tidak boleh traveler lewatkan saat berkunjung ke Semarang, terutama bersama keluarga saat mudik Lebaran.

Berdiri Sejak 20 Tahun Lalu, Soto Semarang di Pecinan Ini Tak Pernah Sepi Pelanggan
KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA
Soto Semarang dengan ciri mangkuk kecil dan kuah putih bening ini berjualan di Pasar Semawis, Jumat (16/6/2017). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Mencicipi Soto Semarang menjadi hal yang tidak boleh traveler lewatkan saat berkunjung ke Semarang, terutama bersama keluarga saat mudik Lebaran.

Salah satu gerai Soto Semarang yang bisa dijadikan andalan ialah Soto Pak Bambang Semawis.

Letak tendanya berada di dalam pasar Semawis atau Pecinan Semarang, dan terlihat selalu ramai sejak buka sore hari.

KompasTravel bersama tim Merapah Trans Jawa saat mencari hidangan alternatif pemudik Lebaran 2017 pun penasaran dengan soto tersebut.

“Ini Soto Semarang, udah ada lebih dari 20 tahun, sebelum pecinan ada pasar kulinernya gini,” ujar Bambang (64) sang pemiliknya sembari telaten membuat soto.

Panganan ini terlihat layaknya Soto Semarang pada umumnya.

Disantap dalam mangkuk kecil berisikan nasi, tauge muda, suwiran ayam, suun, daun bawang, dan bawang goreng.

Namun jika dilihat kuahnya, Soto Pak Bambang Semawis ini tak terlalu bening.

Sedikit kuning keruh dengan minyak di sisi mangkuk.




Soto pa Bambang, yang jenis sotonya merupakan Soto Semarang. Ia sudah bejualan selama 20 tahun di kawasan pecinan, Semarang, sampai Jumat, (16/6/2017).
Soto pa Bambang, yang jenis sotonya merupakan Soto Semarang. Ia sudah bejualan selama 20 tahun di kawasan pecinan, Semarang, sampai Jumat, (16/6/2017). (KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA)

Menurut Bambang, warna kuning tersebut berasal dari kaldu dan rempah yang bercampur.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Tertia Lusiana Dewi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help