Home »

News

Jadi Perlintasan 18 Jenis Paus, NTT Sajikan Wisata Menonton Paus Tahun Depan

Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur bekerja sama dengan The Nature Conservancy Indonesia akan menggelar kegiatan menonton hiu.

Jadi Perlintasan 18 Jenis Paus, NTT Sajikan Wisata Menonton Paus Tahun Depan
SURJATUN WIDJAJA
Penyelam bersama hiu paus (whale shark) di Teluk Cendrawasih, Papua Barat, Senin (17/8/2015). 

TRIBUNTRAVEL.COM - Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerja sama dengan The Nature Conservancy (TNC) Indonesia akan menggelar kegiatan wisata menonton paus di perairan NTT tahun 2018 mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata NTT, Marius Ardu Jelamu, mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mensosialisasikan draf rencana pengembangan dan rencana bisnis menonton paus dan lumba-lumba kepada sejumlah stakeholder terkait di Provinsi NTT, serta menjaring masukan untuk penyempurnaan draf itu.

"Perairan provinsi NTT memiliki habitat perairan laut dalam, serta menjadi wilayah perlintasan 18 jenis paus. Termasuk dua spesies paus yang langka dan kharismatik yaitu paus biru (Balaenoptera Musculus) dan paus sperma (Physeter macrocephalus)," kata Marius dalam konferensi pers bersama sejumlah wartawan di Hotel Swiss Bell in Kristal Kupang, Kamis (15/6/2017).

Apalagi, lanjut Marius, dengan kontur kedalaman laut perairan provinsi NTT yang curam, tentu akan menjadikan kawasan perairannya sangat potensial untuk menjadi akses pengamatan paus.

Semua hal ini akan memberi kontribusi bagi upaya pencapaian tekad pemerintah untuk menjadikan NTT sebagai provinsi pariwisata, serta keinginan mewujudkan NTT sebagai destinasi utama pariwisata di Indonesia pada tahun 2018.

Marius menjelaskan, hal lain yang perlu diperhatikan adalah paus merupakan spesies karismatik yang dilindungi sesuai regulasi internasional.

Maka, setiap pengembangan kegiatan menonton paus di perairan Indonesia harus dilakukan dalam kerangka manajemen yang ketat.

"Tanpa pedoman yang mewadai yang ditaati oleh seluruh stakeholder, masyarakat dan wisatawan, maka kegiatan ini dapat mengancam kelestarian populasi paus yang melintasi perairan NTT," jelasnya.

Marius berharap semua pelaku usaha melihat itu sebagai potensi baru, sehingga yang memiki kapal laut dan kapal besar bisa ikut berpartisipasi.

Untuk lokasi atau tempat menonton paus itu berlangsung di sejumlah kabupaten yakni di Lembata, Flores Timur, Alor dan sejumlah kabupaten lainnya di Pulau Flores.

"Wisata menonton paus ini juga agar kita mendidik masyarakat untuk bisa memelihara dan mengonservasi biota laut kita, supaya kelestarian alam ini bisa selalu terjaga," ujarnya.

Berita ini telah dimuat di Kompas.com dengan judul Wisata Menonton Paus di Perairan NTT.

Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help