Home »

News

Studi 'Titik Dingin' di Antariksa Ini Ungkap Fenomena yang Lebih Mengejutkan tentang Alam Semesta

Sebuah studi yang dipublikasikan di Monthly Notice of the Royal Astronomy Society mengungkap, titik dingin adalah fenomena yang jauh lebih mengagumkan

Studi 'Titik Dingin' di Antariksa Ini Ungkap Fenomena yang Lebih Mengejutkan tentang Alam Semesta
ESA
Titik dingin di antariksa yang terletak di konstelasi Eridanus. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Alam semesta memang masih menyimpan banyak misteri yang terus-menerus menarik untuk dibahas dan diteliti.

Tahun 2004, misi Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP) Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan wilayah misterius di antariksa.

Fenomena itu disebut titik dingin sebab berdasarkan pemetaan radiasi latar belakang sinar kosmik oleh WMAP wilayah itu lebih dingin dari sekitarnya.

Misi Planck dari Badan Antariksa Eropa (ESA) pun berhasil mengonfirmasi adanya fenomena "titik dingin" tersebut pada tahun 2013.

Sayangnya, ilmuwan masih sulit menjelaskannya.

Selama ini, teori yang berkembang menyebutkan, "titik dingin" itu pada dasarnya merupakan area antariksa yang lebih kosong dari sekitarnya.

Namun, sebuah studi yang dipublikasikan di Monthly Notice of the Royal Astronomy Society 13 April 2017 mengungkap, titik dingin adalah fenomena yang jauh lebih mengagumkan dari dugaan.

"Kekosongan yang kami deteksi tidak bisa menerangkan titik dingin dalam standar kosmologi," kata Tom Shanks dari Universitas Durham.

Shanks mengungkapkan, titik dingin itu memang bukan tidak mungkin hasil fluktuasi aneh yang bisa dijelaskan dalam model standar fisika.

Namun, jika penjelasan itu tidak cukup memuaskan, maka titik dingin itu mungkin fenomena yang lebih eksotis dari dugaan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Sri Juliati
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help