Perhatikan Gerakan Tangannya, Inilah Kode "Rahasia" yang Sering Digunakan Awak Kabin di Pesawat

Satu dari sekian banyak alat transportasi yang nyaman dan banyak dipilih adalah pesawat.

Perhatikan Gerakan Tangannya, Inilah Kode
huffpost.com

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Wahyu Vitaarum

TRIBUNTRAVEL.COM - Saat traveling seringnya kamu mencari satu alat transportasi yang nyaman untuk mengantar kamu ke tempat traveling kan guys?

Satu dari sekian banyak alat transportasi yang nyaman dan banyak dipilih adalah pesawat.

Banyak keuntungan yang kamu dapatkan saat menggunakan pesawat loh guys.

Selain mengehemat waktu, kamu juga nggak perlu capek-capek menenteng barang bawaan kamu yang segunung kemana-mana kan.

Eits, tapi apakah kamu pernah memeperhatikan gerak-gerik para paramugari dan pramugara yang sedang melayani di atas kabin guys.

Sadar atau nggak mereka melaksanakan tugasnya di dalam pesawat penuh dengan keramahan, gesit dan tanpa berisik sedikitpun.

Setuju nggak nih guys?

Well, baru-baru ini sebuah maskapai penerbangan bertarif rendah yang berbasis di London, yaitu EasyJet, mengukapkan bahwa staf di dalam pesawat diajarkan sinyal tangan rahasia.

Kode rahasia ini, digunakan berkomunikasi saat bereada didalam kabin selama penerbangan loh guys.

Dengan jadwal penerbangan yang padat, EasyJet melayani lebih dari 6 juta pelanggan per bulan, secara otomatis harus memberikan pelayanan yang maksimal, cepat dan efsien.

Nah, hanya dengan kode-kode rahasia yang digunakan para awak kapal terbang ini mereka dapat memaksimalkan waktu untuk memberikan pelayanan yang baik bagi penumpang.

Seperti contohnya, tarian ayam saat pelanggan menginginkan sandwich ayam.

mirror.co.uk
mirror.co.uk

Atau sinyal, saat seorang pramugari atau pramugara yang nggak lupa nama judul sebuah film saat di tanyakan oleh pelanggan.

mirror.co.uk
mirror.co.uk

Berikut ini ada beberapa gambar kode-kode tangan rahasia yang digunakan oleh para pramugara dan pramugari saat melaksanakan tuga didalam pesawat.

mirror.co.uk
mirror.co.uk
Ikuti kami di
Penulis: Wahyu Vitaarum
Editor: Sinta Agustina
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help