Mengejutkan! Di Kalender Persia, Sekarang Baru Tahun 1396, Begini Penjelasannya

Memiliki arti sebagai ‘hari baru’ dalam bahasa Farsi, Nowruz kali ini menandakan awal dari tahun 1396 dalam kalender Persia. Simak penjelasannya.

Mengejutkan! Di Kalender Persia, Sekarang Baru Tahun 1396, Begini Penjelasannya
newsdesk.si.edu
Perayaan Nawruz 

“Haft-Seen" atau biasa disebut Haft-Sin (Sin dalam bahasa Arab dan Persia sebagai huruf ke-7) adalah jantung dari tradisi Nowruz.

Pengaturan atasan meja menampilkan tujuh obyek simbolis, semua objek yang dimulai dari huruf Sin dalam bahasa Persia.

Biasanya dapat meliputi sabzeh, sejenis gandum, jelai, atau kecambah, sebagai simbol kelahiran kembali; samanu, sejenis pudding manis, merepresentasikan kemakmuran; senjed, zaitun Persia, sebagai simbol cinta; seer, atau bawang putih, untuk kesehatan; seeb, atau apel, sebagai simbol keindahan; buah summac untuk matahari terbit yang indah; dan serkeh, atau cuka, untuk menjanjikan kesabaran.

5. Ikan Mas Koki Sudah Ketinggalan Zaman

Kadan haft-seen juga melibatkan sebuah buku puisi, sebatang lilin dengan cermin, bahkan ikan mas koki dalam cawan.

Ikan mas koki, yang merepresentasikan kehidupan, telah menjadi bahan perdebatan bagi para aktivis yang berpendapat pemakaian ikan tersebut tidak etis.

Bahkan menyebabkan kematian sampai dengan 5 juta ikan di setiap hari raya itu berlangsung.

Tahun lalu, Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengunggah sebuah foto haft-seen miliknya di Ttwitter saat Nowruz.

Namun bukan ikan dalam cawan yang terlihat, melainkan buah jeruk sebagai pengganti ikan.

6. Semua Itu Berakhir dengan Sebuah Piknik

Di hari ke-13, perayaan tumpah ke luar rumah untuk piknik Sizdah-bedar, yang di Iran berarti hampir dari seisi negara bersantap bersama di dekan tepi sungai.

Pada hari ini, keluarga-keluarga seringkali membuang barang-barang di haft-seen mereka.

Dengan membuang barang-barang tersebut, secara simbolis berarti keluarga juga membuang kesialan yang mungkin terjadi di tahun baru tersebut. (Kompas.com)

Ikuti kami di
Editor: Sri Juliati
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help