Gomantong - Gua Paling Mengerikan di Dunia! Tak Ada Hantu, tapi Isinya Bikin Traveler Menjerit

Sekilas tak ada yang aneh pada gua ini. Bentuknya juga seperti gua pada umumnya. Tapi ketika masuk, maka kamu harus bersiap menjerit.

Gomantong - Gua Paling Mengerikan di Dunia! Tak Ada Hantu, tapi Isinya Bikin Traveler Menjerit
Amusing Planet
Gua Gomantong 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Ambar Purwaningrum

TRIBUNTRAVEL.COM - Sekilas tak ada yang aneh pada gua ini.

Bentuknya juga seperti gua pada umumnya.

Tapi ketika masuk, maka kamu harus bersiap menjerit.

Tak cuma perempuan, bahkan ada laki-laki yang tak kuat masuk ke gua ini.

(googleusercontent.com)

Bukan karena ada hantu atau monster yang bersembunyi di sana melainkan penghuni asli yang membuat traveler menjerit ketakutan.

Dilansir TribunTravel.com dari laman amusingplanet.com, Gua Gomantong menjadi satu lokasi yang paling banyak menarik perhatian traveler ketika berkunjung ke Sabah, Malaysia.

Saat memasuki mulut gua, kamu sudah dapat mencium bau yang sangat menyengat dan membuat mual.

Berjalan jauh ke dalam gua, kamu akan disuguhkan pemandangan yang mengerikan.

(googleusercontent.com)

Ada jutaan kelelawar yang menggantung di bagian atas gua.

Sedangkan sisi lantai dan dinding dipenuhi ribuan kecoa, kumbang, tikus dan serangga lainnya.

Mereka semua berkumpul untuk berpesta menikmati kotoran kelelawar dan walet yang mati.

(googleusercontent.com)

Tak cuma itu, Gua Gomantong juga menjadi rumah bagi belasan ular yang memakan tikus dan kecoa.

Bau amonia yang berasal dari kotoran burung yang bercecer.

Saking banyaknya kotoran yang ada di dasar gua, kedalamannya bisa mencapai 10 kaki.

Papan kayu disediakan untuk menghindari pengunjung menginjang kotoran nan menjijikan itu.

Terletak di Bukit Gomantung, gua ini menjadi yang terbesar di Negeri bagian Sabah.

(googleusercontent.com)

Meski menjijikan, gua ini juga menjadi rumah bagi ratusan burung walet membangun sarang.

Dan sarang itu menjadi lahan bisnis bagi beberapa orang.

Untuk membatasi eksploitasi besar-besaean, pemerintah mengatur pengambilan hanya dilakukan dua kali dalam setahun dan hanya diperbolehkan bagi penduduk yang sudah berlisensi.

Ikuti kami di
Penulis: Ambar Purwaningrum
Editor: Tertia Lusiana Dewi
Sumber: Tribun Seleb
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help