Home »

News

Hari Kartini - Hebat dan Memiliki Pengaruh, 10 Pahlawan Wanita Indonesia Ini Malah Terlupakan

Selamat Hari Kartini! Dikutip dari berbagai sumber, berikut 10 pahlawan wanita nasional yang tak pernah terdengar namanya.

Hari Kartini - Hebat dan Memiliki Pengaruh, 10 Pahlawan Wanita Indonesia Ini Malah Terlupakan
atjehcyber.net
Ilustrasi pehlawan Wanita 

Dia juga mendirikan surat kabar khusus wanita yang disebutb Soenting Melajoe.

Berkat usahanya, Rohana berhasil meraih penghargaan sebagai Wartawati Pertama Indonesia dan Perintis Pers Indonesia.

5. Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih

(indonesiaindonesia.com)

Wanita ini sering dikenal sebagai Nyi Ageng Serang.

Meski tak seterkenal Kartini, namun perjuangan yang dia lakukan benar-benar sangat berani.

Dia berani berada di garis depan dalam pertempurannya melawan Belanda.

Wanita berparas cantik ini bahkan rela menaiki kuda dan membawa tombak setiap kali terjadi peperangan.

6. Hj. Fatimah Siti Hartinah Soeharto

(pahlawanindonesia.com)

Banyak perubahan yang sudah dilakukan oleh istri dari Presiden ke dua Soeharto selama menjabat sebagai Ibu Negara.

Dia turut dalam Laskar Putri Indonesia pada masa perang revolusi kemerdekaan dan mendirikan dapur umum bagi pejuang.

Fatimah juga menjadi pendiri Taman Mini Indonesia Indah, Taman Buah Mekarsari, Perpustakaan Nasional, Rumah Sakit Kanker Dharmais, dan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita.

7. Nyai Hj. Siti Walidah Ahmad Dahlan

(suaramuhammadiyah.id)

Wanita ini lebih akrab di sapa Nyai Ahmad Dahlan.

Dia dikenal karena memperjuangkan pendidikan kaum wanita dengan mengadakan pengajian.

Pengajian ini kemudian berkembang menjadi wadah organisasi khusus wanita yang dikenal bernama Lembaga Aisyiyah.

8. Malahayati

(Net)

Wanita ini merupakan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh.

Malahayati dikenal karena memimpin 2.000 pasukan melawan pasukan Belanda.

Atas keberaniannya, namanya kemudian di jadikan nama Pelabuhan Laut di Aceh yang dikenal sebagai Pelabuhan Malahayati.

9. Siti Manggopoh

(kabanews.com)

Pejuang asal Manggopoh, Agam, Sumatera Barat berani melakukan perlawanan terhadap kebijakan ekonomi Belanda.

Siti menganggap jika kebijakan itu bertentangan dengan Adat Minangkabau.

Meski saat itu dia memiliki bayi kecil dalam dekapannya, dia berani berperang melawan Belanda.

10. Teungku Fakinah

(Net)

Wanita yang merupakan seorang ulama ini berani maju ke medan Perang melawan Penjajah.

Karena kemampuannya, Fakinah dikenal sebagai panglima perang paling disegani musuh.

Ikuti kami di
Penulis: Ambar Purwaningrum
Editor: Tertia Lusiana Dewi
Sumber: Tribun Seleb
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help