Home »

News

Hadehl! Gara-gara Lakukan Ini Setelah Makan di Jepang, Turis Asal Indonesia Bikin Heboh Sosial Media

Siapa saja yang bekunjung ke Jepang pasti melihat semua tertata rapi. Orang Jepang memang terkenal dengan kebersihan lingkungan mereka.

Hadehl! Gara-gara Lakukan Ini Setelah Makan di Jepang, Turis Asal Indonesia Bikin Heboh Sosial Media
Facbeook/Tyas Palar

Masih ada hal dahsyat yang terjadi sesudah itu. Di samping saya dan ibu, duduk dua laki-laki Indonesia. Sudah berumur Pak, Bu, lebih tua dari saya. Bukan anak kecil yang masih harus diajari. Mereka rupa-rupanya mau pindah ke meja lain di mana teman mereka, seorang perempuan, duduk. Salah seorang laki-laki itu berdiri, melangkah menjauh, meninggalkan serpihan sampah berupa robekan kertas pembungkus sedotan, bon, dan entah apa lagi di atas mejanya.

Saya panggillah dia, “Mas, tempat sampahnya di sana.”
Dia berputar menghadap saya, dengan senyum mengejek berkata, “Terus kenapa? Nanti juga ada yang beresin!”
Laki-laki dewasa Pak, Bu, punya uang untuk jalan-jalan ke Jepang, bereaksi begitu!
Tapi kalau dia kira saya bakal kalah, dia keliru. Saya tetap menunjuk sampah di meja yang ia tinggalkan, “Nggak ada yang beresin. Lihat itu dari tadi meja-meja itu nggak ada yang beresin.” Karena ada ibu, saya masih tahan deretan kata-kata yang ingin saya berondongkan kepadanya.

Akhirnya ia kalah, memunguti dan membawa sampahnya, tetap dengan wajah tidak rela.
Lalu pindah mejanya ke mana? Ke meja di samping tempat sampah! Kok ya tadi mau bawa sampah sendiri saja susah betul ya padahal ternyata pindahnya ke situ? Benar-benar ‘malu-maluin’.

Kenapa ya, banyak orang Indonesia, kelas menengah dan berduit sekalipun (yang dalam harapan kita tentunya lebih terdidik dan tahu adat), yang susah tertib? Padahal tertib itu sesungguhnya memudahkan bagi diri kita sendiri dan juga semua orang. (Dalam kasus makan di tempat publik ini, orang berikutnya dapat langsung menggunakan meja dalam keadaan bersih. Bayangkan kalau ini terjadi pada kita, sedang kesulitan cari meja untuk makan, eeeeh semua meja kotor dan berantakan!)

Sering menghina atau menertawakan turis Mainland yang kelakuannya 'barbar'? Awas, bisa-bisa turis dari negara kita menjadi 'turis Mainland' berikutnya, jorok dan tidak tahu aturan. Yuk, tetap jaga ketertiban dan kebersihan di mana pun kita berada. Yes, termasuk di Indonesia sendiri! Jangan tunggu ke negara lain baru tertib dan taat aturan!

Semoga postingan Tyas Palar ini bisa menyadarkan masyarakat Indonesia.

(TribunTravel.com/Arif Setyabudi)

Ikuti kami di
Penulis: Arif Setyabudi Santoso
Editor: Arif Setyabudi Santoso
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help