Warung Kopi Rumoh Atjeh - Ada Aroma Wine di Kopi Khas Gayo Aceh Ini, Penasaran Rasanya?

Saat berkunjung ke Palembang, cobalah sensasi aroma wine dari Kopi Gayo Arabica Wine di Warung Kopi Rumoh Atjeh.

Warung Kopi Rumoh Atjeh - Ada Aroma Wine di Kopi Khas Gayo Aceh Ini, Penasaran Rasanya?
jadiberita.com
Ilustrasi kopi Gayo. 

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Abdul Hafiz

TRIBUNTRAVEL.COM, PALEMBANG - Saat berkunjung ke Palembang, cobalah sensasi aroma wine dari Kopi Gayo Arabica Wine di Warung Kopi Rumoh Atjeh Palembang di Jalan Letnan Murod Talangratu KM 5 Palembang.

Jangan berpikir kalau kopi wine minuman beralkohol lho!

Dibanderol Rp 25 ribu, Kopi Gayo Arabica Wine memiliki citarasa khas Arabica dengan aroma wine.

"Itu bukan alkohol. Tapi efek dari kulit meresap ke biji kopi pada masa permentasi, didiamkan dulu. Ini termasuk biji kopi pilihan. Karena lebih dari 50 perwen hasil panen rusak pada saat digiling sehingga biji rosting hanya yang utuh saja," ungkap Muslim, pengelolah Warung Kopi Rumoh Atjeh Palembang.

Pria asli asal Aceh ini mengatakan tanaman kopi ini tumbuh di dataran 1.500 meter di atas permukaan laut.

"Setahu saya belum ada di tempat lain. Banyak yang nanya. Di Bengkulu baru kita. Kita beli biji mentah langsung dari tanah Gayo, Aceh Tengah. Sementara untuk rosting (gongseng) langsung dikerjakan oleh pendiri Rumoh Atjeh Pak Effendi M Jamal tadi. Barista yang menyajikanpun asli orang Aceh," terang Muslim.

Menurutnya penikmat kopi bakal merasakannya lebih santai, rileks saat menyeruput sajian kopi gayo arabica wine ini.

"Wine ini aromanya rasa anggur seperti perpaduan minum kopi dan anggur. Cuma di Aceh Gayo yang menghasilkan kopi ini," ujarnya.

Muslim menjelaskan, kopi gayo arabica wine merupakan minuman spesial yang ada di warung yang baru buka sejak tanggal 1 Februari 2017.

Selain mie Aceh, warung ini juga menjual Nasi Goreng tsunami. Dengan menggunakan bumbu pakai bumbu mie Aceh.

"Cuma ditambah serai, daun salam, daun jeruk, daun kari (temerui). Daging, udang, cumi dicampur. Harganya Rp36ribu. Penciptanya pendiri Rumoh Atjeh di Bengkulu, Effendi M Jamal," jelas Muslim

Nasi goreng Tsunami ini terinspirasi tsunami 2004.

"Waktu dihidangkan acak-acakan. Daunnya berserakan, stylenya," ujar Muslim.

Dari rasanya lebih kaya rempah lagi dibandingkan mi Aceh.

Ikuti kami di
Editor: Sinta Agustina
Sumber: Sriwijaya Post
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help