Gunung Padang - Didatangi Ribuan Wisatawan Setiap Minggunya, Cagar Budaya di Cianjur Terancam Kritis

Melonjaknya kunjungan wisatawan ke situs Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, lima tahun terakhir, mengancam kelestarian cagar budaya tersebut.

Gunung Padang - Didatangi Ribuan Wisatawan Setiap Minggunya, Cagar Budaya di Cianjur Terancam Kritis
KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYAT - KRISTIANTO PURNOMO
Situs megalit Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, 30 Mei 2014. Tim Riset Mandiri Gunung Padang mengungkapkan bahwa situs dibangun oleh empat kebudayaan berbeda, yang tertua diperkirakan mencapai umur 10.000 tahun. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Melonjaknya kunjungan wisatawan ke situs Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, lima tahun terakhir, mengancam kelestarian cagar budaya tersebut.

Tanah di bagian teras Gunung Padang semakin padat sehingga air hujan sulit meresap akibat padatnya arus pengunjung.

Sejak mencuatnya spekulasi keberadaan piramida besar di dalam Gunung Padang pada 2012, kunjungan wisatawan ke situs itu naik signifikan.

Dalam sepekan, wisatawan yang datang sekitar 58.000 orang.

Arkeolog Balai Arkeologi Jawa Barat, Lutfi Yondri, Minggu (16/4/2017), saat dihubungi dari Jakarta menyebutkan, selama 2015, jumlah pengunjung situs Gunung Padang mencapai 105.000 orang dan pada 2016 sebanyak 91.000 orang.

Kedatangan wisatawan terakumulasi pada hari Sabtu dan Minggu dengan jumlah wisatawan 7.000-8.000 orang.

Kondisi tersebut, menurut Lutfi, harus segera diantisipasi.

Apalagi, sampai sekarang, belum ada regulasi tentang zonasi pengunjung di Gunung Padang.

Ribuan pengunjung yang berdatangan praktis hanya bertumpu pada ruang-ruang teras Gunung Padang yang luasnya hanya beberapa ratus meter.

 


Penulis spesialis situs megalitik asal Inggris, Graham Hancock, dan ahli ilmu alam asal Amerika Serikat, Robert Scoch (tengah), berbincang dengan anggota Tim Terpadu Riset Mandiri Gunung Padang di situs megalitik Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Kunjungan keduanya berlangsung saat acara Festival Gotrasawala.
Penulis spesialis situs megalitik asal Inggris, Graham Hancock, dan ahli ilmu alam asal Amerika Serikat, Robert Scoch (tengah), berbincang dengan anggota Tim Terpadu Riset Mandiri Gunung Padang di situs megalitik Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Kunjungan keduanya berlangsung saat acara Festival Gotrasawala. (KOMPAS/HARIS FIRDAUS)

”Teras-teras dan batuan Gunung Padang terus-menerus diinjak-injak pengunjung yang berdatangan. Semakin hari, tanah di punden berundak itu semakin padat dan lapisan rumputnya juga hancur. Lama-kelamaan terjadi penurunan muka tanah di sana,” ujarnya. 

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Tertia Lusiana Dewi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help