Home »

News

Berita Menarik

Penduduknya Cuma 27 Juta, Negara Ini 'Berani' Punya 110 Menteri yang Digaji Rp 53 Juta per Bulan

Berpenduduk sekitar 27 juta, negara kecil di Afrika ini baru saja menambah 50 wakil menteri dan empat menteri negara.

Penduduknya Cuma 27 Juta, Negara Ini 'Berani' Punya 110 Menteri yang Digaji Rp 53 Juta per Bulan
cfhi.org
Warga Ghana 

"Ini adalah investasi yang diperlukan untuk membuat transformasi yang cepat bagi negara ini " katanya dengan menambahkan, para menteri "diangkat untuk bekerja, tidak akan ada hari libur”.

Akufo-Addo terpilih pada Desember 2016 dengan sebuah manifesto besar yakni ingin memperbaiki sejumlah masalah ekonomi dan memerangi korupsi yang menggerogoti negara itu.

Namun, partai oposisi kurang yakin tentang dampak dan manfaat sebuah pemerintahan dengan kabinet “segemuk gajah”.

"Kami sedang berhadapan dengan pemerintah ‘segemuk gajah’. Akufo-Addo telah membuktikan dia lebih sebagai seorang politikus daripada seorang presiden," kata Haruna Iddrisu, pemimpin kubu oposisi Kongres Demokrat Nasional (NDC) di Parlemen.

Dalam komposisi pemerintah yang baru, Kementerian Pertanian saat ini diisi oleh seorang menteri, seorang menteri negara, dan tiga wakil menteri.

Empat kementerian lainnya juga memiliki masing-masing seorang menteri dan tiga wakil menteri.

Sumber di kalangan parlemen mengatakan, para pejabat tinggi itu menerima gaji sekitar 4.000 dolar AS atau sekitar Rp 53,2 juta per bulan.

Selain itu, setiap menteri atau wakil menteri memiliki dua mobil dinas, satu rumah dinas, pengawal pribadi, dan semua biaya ditanggung negara, termasuk gratis bahan bakar minyak.

Ghana adalah satu negera dengan ekonomi paling dinamis di Afrika tetapi pertumbuhannya melambat tajam sejak tahun 2014 menyusul krisis fiskal.

Juru bicara pemerintah Nana Akomea mengatakan, kritik kepada pemerintah akan berhenti dengan sendirinya jika pemerintah mampu memberikan bukti berupa perbaikan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat. (Kompas.com/Pascal S Bin Saju)

Ikuti kami di
Editor: Sri Juliati
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help