Mabuhay ang Pilipinas

Filipina Rasa Spanyol, Mengunjungi Basilica del Santo Nino di Cebu

Pada 1512, pelaut Spanyol bernama Ferdinand Magellan memulai perjalanannya menjelajahi Samudra Pasifik dalam Ekspedisi Loaisa.

Filipina Rasa Spanyol, Mengunjungi Basilica del Santo Nino di Cebu
Tribun Travel/Sinta Agustina
Basilica del Santo Nino di Cebu, Filipina 

Untuk menghormati boneka Santo Nino pemberian Magellan, pada 1565, pelaut sekaligus biarawan Fray Andrés de Urdaneta mendirikan gereja di lokasi ditemukannya boneka sakral tersebut.

Saat ini, boneka Santo Nino disimpan di dalam gereja yang diberi nama Basilica del Santo Nino.

Berlokasi di Santo Nino Chapel Lane, Cebu, Basilica del Santo Nino merupakan gereja Katolik tertua di Filipina.

Tak hanya sebagai tempat ibadah, Basilica del Santo Nino juga menyimpan sejarah, terlihat dari arsitek yang menjadi ciri khas bangunan ala Eropa.

Waktu menunjukkan pukul 14.30 saat TribunTravel.com tiba di persimpangan jalan dekat Basilica del Santo Nino.

"Jalan ke sana, Santo Nino ada di kiri jalan," kata pengemudi jeepney sambil menunjuk ke arah yang ia maksud.

Jeepney merupakan transportasi umum di Filipina, bentuknya mirip dengan angkutan umum dengan kursi memanjang di kedua sisi kendaraan.

Setelah berjalan sekitar 20 meter, terlihatlah bangunan tua bergaya Eropa di kiri jalan, itulah Basilica del Santo Nino.

Memasuki kawasan gereja, terlihat dua bangunan yang berdasarkan pantauan TribunTravel.com, keduanya memiliki perbedaan tipe bangunan.

Santo Nino: Source of Communion, Protector of Creation
Santo Nino: Source of Communion, Protector of Creation (Tribun Travel/Sinta Agustina)

Di sisi kiri terlihat sebuah gedung bertuliskan Santo Nino: Source of Communion, Protector of Creation.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Sinta Agustina
Editor: Sinta Agustina
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help