Home »

News

Ya Ampun! 1 Mesin Baling-baling Pesawat Ini Copot Sebelum Mendarat, Begini Nasib Para Penumpangnya

Pesawat dengan nomor penerbangan 768 itu membawa 16 penumpang dan tiga awak dari kota Albury yang berjarak 500 kilometer sebelah barat daya Sydney.

Ya Ampun! 1 Mesin Baling-baling Pesawat Ini Copot Sebelum Mendarat, Begini Nasib Para Penumpangnya
Twitter/Telegraph
Sebuah baling-baling pesawat milik maskapai penerbangan Regional Express Airlines terlepas sesaat sebelum mendarat di bandara Sydney, Australia. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Sebuah pesawat penumpang sukses mendarat di bandara Sydney, Australia meski satu mesin baling-balingnya lepas sesaat sebelum mendarat.

Kru Regional Expres Airlines, Jumat (17/3/2017), melaporkan mesin propeler sebelah kanan pesawat Saab 340 itu lepas sekitar 20 kilometer sebelah barat daya bandara Sydney.

Demikian dijelaskan juru bicara Otorita Keselamatan Penerbangan Sipil Australia, Peter Gibson.

"Baling-baling kami baru saja lepas tetapi kendali normal. Masih bisa terbang," demikian satu pilot dalam percakapan radio yang disiarkan media setempat.

Pesawat dengan nomor penerbangan 768 itu membawa 16 penumpang dan tiga awak dari kota Albury yang berjarak 500 kilometer sebelah barat daya Sydney.

"Bukan hanya baling-baling tetapi batangan yang melekatkan baling-baling ke mesin juga copot dan jatuh ke darat," ujar Gibson.

"Hal ini sangat tak biasa dan sangat jarang terjadi," tambah dia.

Presiden Asosiasi Teknisi Pesawat Berlisensi, Paul Cousin mengatakan, dia mendapat kabar, pilot merasakan getaran sebelum mengetahui satu di antara mesinnya terlepas.

Baling-baling yang berputar sangat cepat itu bisa saja merobek badan atau ekor pesawat ketika terlepas dan jatuh.

"Pesawat itu sudah di ambang sebuah bencana. Saat propeler itu lepas, mereka sangat beruntung karena mesin itu lepas tanpa banyak menimbulkan kerusakan," ujar Cousin.

Seorang pilot langsung membuat panggilan darurat atau "PAN PAN" dan meminta bantuan dari menara pengatur lalu lintas udara.

Panggilan "PAN PAN" ini mengindikasikan telah terjadi sebuah insiden darurat yang derajatnya di bawah panggilan "mayday".

Sementara itu, maskapai penerbangan yang berbasis di Sydney tersebut mengatakan, kru kabin sudah mengikuti prosedur yang berlaku dan pesawat mendarat normal dalam waktu yang ditetapkan. (Kompas.com/Ervan Hardoko)

Ikuti kami di
Editor: Sri Juliati
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help