Traveling Jepang - Tiru 3 Cara Sukses Dapatkan Penginapan Murah, Bahkan Gratis di Negara Sakura!

Akomodasi di Jepang memang terbilang mahal. Namun setidaknya ada tiga cara mendapatkan penginapan murah, bahkan gratis, selama liburan ke Jepang.

Traveling Jepang - Tiru 3 Cara Sukses Dapatkan Penginapan Murah, Bahkan Gratis di Negara Sakura!
SHUTTERSTOCK/JOHN KASAWA
Pemandangan Gunung Fuji, Jepang, dengan latar depan bunga sakura di musim semi. Komite Warisan Dunia UNESCO, 16 Juni 2013 memutuskan kawasan Gunung Fuji masuk dalam Warisan Dunia alam dan budaya global. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Akomodasi di Jepang memang terbilang mahal.

Untuk hostel murah dengan tipe kamar dormitori misalnya, harga per malam adalah sekitar 2.500 Yen atau Rp 296 ribu.

Misal traveler berkunjung ke Jepang selama 10 hari.

Dengan harga penginapan yang cukup menguras kantong, bujet penginapan yang dikeluarkan pun tak sedikit.

Namun setidaknya ada tiga cara mendapatkan penginapan murah, bahkan gratis, selama liburan ke Jepang.

Berikut daftarnya sebagaimana dilansir TribunTravel.com dari Kompas.com:

1. Couchsurfing

Couchsurfing
Couchsurfing (independentpeople.net)

Situs Couchsurfing memungkinkan traveler bertemu dengan wisatawan lainnya ketika sedang berkunjung ke sebuah kota maupun negara.

Satu fitur yang paling sering digunakan adalah surfing dan hosting.

Surfing adalah suatu kegiatan yang dilakukan wisatawan yang sedang berkunjung ke luar kota atau luar negeri dengan menumpang di satu pengguna Couchsurfing di kota atau negara tersebut secara gratis.

Sementara hosting merupakan kegiatan yang dilakukan warga lokal di suatu kota/negara yang menerima tamu Couchsurfing, juga dengan cuma-cuma.

Couchsurfing bisa digunakan untuk mendapatkan penginapan gratis di rumah warga lokal Jepang.

Hal berikutnya yang harus traveler lakukan adalah mengisi profil secara lengkap dan jujur pada situs Couchsurfing.

Pada dasarnya, hubungan antar pengguna Couchsurfing dilandasi kejujuran dan kepercayaan.

Setelah mengisi profil dengan lengkap, traveler bisa langsung mencari host di kota yang dituju di Jepang.

Sebagai contoh, ketika traveler ingin berkunjung ke Kyoto, maka ketik Kyoto di kolom pencarian.

Setelah itu, traveler akan menemukan banyak host yang siap menerimamu sebagai tamunya.

Tips dari kami, pilihlah host yang satu gender denganmu, biasanya juga para host akan memilih tamu yang satu gender, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kemudian tips yang kedua, bacalah profil host secara saksama.

ILUSTRASI
ILUSTRASI (charlieontravel.com)

Bila memungkinkan, carilah host yang memiliki hobi yang sama denganmu atau pekerjaan yang sama, hal ini untuk membantumu ketika berkomunikasi dengannya.

Setelah menemukan host yang sesuai dengan kriteria, tulislah pesan ke host tersebut dengan mengajukan permintaan untuk tinggal sementara di rumahnya.

Tulis juga secara detail kapan traveler akan datang, berapa hari akan menumpang, dan detail perjalanan lainnya.

Biasanya menumpang selama dua hari cukup ideal untuk bermalam di tempat host tersebut.

Langkah terakhir yang dilakukan adalah menunggu jawaban host, apakah ia menerima atau menolak permintaanmu.

Keuntungan yang bisa diterima selain mendapatkan penginapan gratis, traveler juga menambah relasi warga lokal di sana.

Bukan tidak mungkin juga kamu akan dijamu makanan gratis dan ditemani mengeksplorasi tempat-tempat yang jarang dikunjungi wisatawan pada umumnya.

Namun sering kali kendala bahasa menjadi tembok pemisah antara surfer dan host.

Hal ini karena masih minimnya orang Jepang yang bisa berbahasa Inggris.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya traveler belajar bahasa Jepang sedikit demi sedikit.

2. Menginap di Warnet

Warnet di Jepang
Warnet di Jepang (republicbuzz.com)

Di Indonesia mungkin menginap di warung internet (warnet) adalah hal yang jarang diperbincangkan.

Namun, ternyata di Jepang hal ini merupakan hal yang sudah biasa dilakukan.

Fakta menarik tentang warnet di Jepang adalah traveler bisa berlama-lama bahkan untuk tidur sekalipun.

Hal ini tentu saja bisa dimanfaatkan oleh wisatawan yang tidak memiliki budget banyak.

Sebagai perbandingan, rata-rata biaya menginap hostel di Jepang adalah 3.000 Yen, sedangkan untuk menginap di warnet di Jepang semalam hanya 1.500 Yen.

Satu travel blogger asal Indonesia, Rijal Fahmi Mohamadi berkisah mengenai pengalamannya menginap di warnet di Jepang.

"Sewaktu saya menginap di warnet di Jepang, hal yang saya lakukan pertama kali adalah mencari informasi letak warnet di kota yang akan saya singgahi," tuturnya.

"Kemudian buat list-nya dan biasanya saya pilih warnet yang lokasinya dekat dengan stasiun."

Selain hanya mengeluarkan biaya yang lebih murah, menginap di warnet di Jepang pun bisa mendapatkan berbagai fasilitas.

Traveler bisa mendapatkan minum gratis sepuasnya, membaca komik, tempat pemandian (jika tersedia), dan tentu saja akses internet cepat.

Satu ruangan warnet di Shibuya, Tokyo.
Satu ruangan warnet di Shibuya, Tokyo. (CATPERKU.COM/Rijal Fahmi Mohamadi)

Rijal yang aktif menulis di catperku.com menambahkan, "Ruangan warnet di Jepang hanya dibedakan menjadi dua kategori, ruangan yang bisa merokok dan ruangan yang tidak bisa merokok."

"Harganya pun sama, yang membedakan hanyalah paket jam yang kita pilih. Sesuai pengalaman, saya mengambil paket 9 jam dan dikenai biaya 1500 Yen."

Saat ditanya mengenai saran yang bisa diberikan untuk teman-teman yang ingin mencoba menginap di warnet di Jepang, Rijal menuturkan, "Carilah informasi detail tentang warnet yang akan dituju."

"Kemudian kemampuan dasar berbahasa Jepang pun diperlukan untuk berkomunikasi dengan staf warnet. Siapkan juga beberapa koin untuk membeli makanan di vending machine yang tersedia."

3. Relasi Teman/Keluarga

ILUSTRASI
ILUSTRASI (indonesia.fun-japan.jp)

Hubungan Jepang dan Indonesia bisa dibilang cukup erat.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya beasiswa yang tersedia bagi warga Indonesia untuk melanjutkan pendidikannya di Jepang.

Tidak menutup kemungkinan, ada satu dari sekian banyak mahasiswa Indonesia di sana adalah keluargamu.

Hal ini akan menjadi keuntungan bagi traveler untuk mendapatkan akomodasi gratis dari keluarga tersebut.

Selain mendapatkan akomodasi gratis, keuntungan lainnya yang bisa didapat adalah bisa memohon visa kunjungan keluarga sementara dan/atau visa kunjungan teman.

Kedua visa tersebut memungkinkan Anda untuk tinggal di Jepang maksimal 90 hari.

Bisa tinggal di Jepang selama maksimal 90 hari dengan biaya akomodasi yang gratis akan menjadi momen spesial, karena bisa mengeksplorasi setiap sudut kota-kota di Jepang dengan lebih leluasa.

Bagaimana?

Dari ketiga tips di atas sudah dibuktikan traveler pun bisa berpetualang di negeri Sakura dengan biaya yang tidak terlalu banyak. (Kompas.com/Alek Kurniawan)

Ikuti kami di
Editor: Sri Juliati
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved