Home »

News

5 Fakta Tragis Tragedi Bintaro, dari Nasib Masinis hingga'Kuburan' Lokomotif Maut

Dua puluh sembilan tahun berlalu, namun sebuah tragedi kecelakaan kereta api masih jelas dalam ingatan. Inilah 5 fakta Tragedi Bintaro.

5 Fakta Tragis Tragedi Bintaro, dari Nasib Masinis hingga'Kuburan' Lokomotif Maut
print.kompas.com
Tragedi Bintaro, 19 Oktober 1987. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Dua puluh sembilan tahun berlalu, namun sebuah tragedi kecelakaan kereta api masih jelas dalam ingatan.

Bagaimana suara tabrakan itu, jejeritan bersahutan, serta darah yang berceceran di mana-mana.

Ya, 29 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 19 Oktober 1987, sebuah peristiwa kecelakaan tragis yang melibatkan dua buah kereta api di daerah Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, terjadi.

Kelak di kemudian hari, orang mengenalnya dengan Tragedi Bintaro jilid I.

Sebab, 26 tahun kemudian, kecelakaan kereta api kembali terjadi di lokasi yang hampir berdekatan dengan Tragedi Bintaro I.

Inilah satu di antara musibah paling buruk dalam sejarah perkeretaapian di Indonesia, sekaligus menyita perhatian dunia.

(Baca juga: VIDEO: Inilah 6 Alasan yang Bikin Kamu Lekas Pesan Tiket Kereta)

Dirangkum dari wikipedia.org, peristiwa bermula dari kesalahan Kepala Stasiun Serpong memberangkatkan KA 225 Jurusan Rangkasbitung-Jakartakota ke Stasiun Sudimara.

Padahal saat itu, jalur KA di Stasiun Sudimara yang hanya punya tiga jalur, dua antaranya sudah diisi kereta lain, yaitu KA Indocement yang akan berangkat ke Jakarta dan gerbong tanpa lokomotif.

KA 225 Jurusan Rangkasbitung-Jakartakota sampai di Stasiun Sudimara pukul 06.45 WIB dan sedianya akan bersilang dengan KA 220 Cepat Jurusan Tanah Abang-Merak di Stasiun Kebayoran.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Sri Juliati
Editor: Sri Juliati
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About us
Help