Waspada Banjir! Gara-gara Fenomena Ini, Sumatera hingga NTT Diguyur Hujan Lebat

Turunnya hujan lebat yang terjadi selama beberapa waktu terakhir, bukanlah tanpa sebab. Malahan potensi hujan lebat masih akan terjadi hingga Kamis.

Waspada Banjir! Gara-gara Fenomena Ini, Sumatera hingga NTT Diguyur Hujan Lebat
BMKG
Citra satelit Himawari menunjukkan potensi hujan lebat pada Senin (19/9/2016). BMKG memerkirakan, tiga hari ke depan, tren cuaca masih sama. 

TRIBUNTRAVEL.COM - Turunnya hujan lebat yang terjadi selama beberapa waktu terakhir, bukanlah tanpa sebab.

Malahan potensi hujan lebat masih akan terjadi hingga Kamis (22/9/2016).

Hujan lebat itu berpotensi mengguyur Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara.

Tepatnya di Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, pesisir selatan Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara Timur.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat ini, wilayah Indonesia bagian barat dipengaruhi fenomena Indian Ocean Dipole Mode (IOD).

IOD merupakan fenomena lautan-atmosfer di daerah ekuator Samudera Hindia yang memengaruhi iklim di Indonesia dan negara-negara lain yang berada di sekitar cekungan (basin) Samudera Hindia.

"Fenomena itu meningkatkan supply uap air ke sebagian besar Pulau Sumatera dan Jawa," kata Kepala Sub Bidang Prediksi Cuaca BMKG, Agie Wandala Putra seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (20/9/2016).

Fenomena IOD terjadi bersamaan dengan Madden Julian Oscillation (MJO) yang memicu penguapan dan meningkatkan akumulasi awan hujan.

"Dari regional juga terdapat daerah perlambatan dan belokan angin sehingga mengakibatkan pertumbuhan awan hujan menjadi lebih intens," kata Agie.

Selain hujan lebat, fenoman lain yang harus diwaspadai adalah petir dan angin kencang.

Oleh karena itu, BMKG mengajak masyarakat untuk waspada dampak banjir.

Di antaranya banjir, tanah longsor, banjir bandang, pohon tumbang, serta jalan licin.

Sementara bagi nelayan atau mereka yang hendak berlibur ke lautan, wajib mewaspadai gelombang laut setinggi 2,5-4 meter.

Gelombang tinggi diprediksi terjadi di Laut Andaman, Enggano, Selat Sunda bagian selatan, Samudera Hindia, Selat Bali, Selat Lombok, dan Selat Alas.

Nah, bagi warga perkotaan, jangan lupa membersihkan sampah di sungai atau saluran irigasi sehingga meminimalisasi potensi adanya banjir.

Ikuti kami di
Penulis: Sri Juliati
Editor: Sri Juliati
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help